TrafficRevenue
Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Wednesday, June 8, 2011

Tradisi Jamasan Wong Jowo di Kraton Yogyakarta


Bulan Syura punya makna yang sangat berarti bagi sebagian orang jawa. Salah satu tradisi yang kerap dilakukan di bulan Muharram ini adalah memandikan pusaka. Sebab bagi pandangan sebagian wong Jowo, benda-benda pun dianggap memiliki jiwa. Oleh karena itu, benda-benda itu harus diperlakukan istimewa yang nyaris sama seperti manusia itu sendiri. Karena itu benda-benda milik Keraton Yogyakarta seperti kereta, gamelan, maupun pusaka, semuanya memiliki nama seperti manusia. Ada Kiai Sangkelat, Kiai Nagasasra (keris), Kiai Guntur Madu (gamelan), ada pula Kanjeng Nyai Jimat dan Kyai Puspakamanik (kereta).


Di Keraton Yogyakarta, benda-benda itu selalu dicuci yang diistilahkan dengan nama ”dijamasi” pada bulan Sura (Muharam) dan selalu pada hari istimewa Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon. Cara jamasan itu sendiri juga khas. Semua yang terlibat dalam ritual itu harus mengenakan pakaian adat Jawa peranakan. Mereka, semuanya laki-laki, mengenakan kain panjang, surjan, dan penutup kepala blangkon.

Seperti pada satu sura kali ini sebuah kereta dijamasi. Kereta ini dibuat pada tahun 1750-an, semasa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I, diberi nama Kanjeng Nyai Jimat. Kereta itu menjadi tunggangan Sultan Hamengku Buwono I – III. Kereta itulah yang setiap bulan Sura selalu dijamasi karena dianggap sebagai kereta cikal-bakal kereta lainnya. Kereta ini berbentuk anggun, bergaya kereta kerajaan-kerajaan Eropa, beroda empat, dua buah yang besar di belakang, dan dua buah di depan agak kecil, diperkirakan ditarik oleh enam sampai delapan kuda. Sebuah simbol kewibawaan seorang raja. Kereta yang penuh ukiran itu sendiri memiliki pintu dan atap sehingga mirip mobil.

Kereta itu tersimpan di dalam Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Di sana ada sekitar selusin kereta yang sebagian besar masih bisa digunakan. Setiap Kanjeng Nyai Jimat dijamasi, ”ia” selalu ditemani oleh salah sebuah kereta lain yang dipilih secara bergantian setiap tahunnya.

Setelah itu giliran Kyai Puspakamanik, sebuah kereta hadiah dari Kerajaan Belanda yang dibuat pada tahun 1901. Kereta itu menjadi tumpangan para pangeran pada pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII. Jamasan dipimpin oleh Kanjeng Raden Tumenggung Kudadiningrat, seorang pejabat keraton yang khusus menangani masalah perawatan kereta.

Ketika proses pencucian kereta memiliki nilai ritual magis religius. Ratusan orang yang menyaksikan jamasan itu berebut bekas air cucian kereta dengan cara menampung aliran air dari badan kereta. Air bekas cucian itu dimasukkan ke dalam botol bekas air kemasan maupun jerigen.

Tak ayal lagi, masyarakat yang berebut air itu pun menjadi ikut berbasah-basah. Air bekas cucian ini dipercaya, semua benda dari keraton itu memiliki tuah yang sakti sebab benda-benda ini adalah milik orang sakti. Oleh karena itu dengan membawa air ini, masyarakat berharap, keluarganya menjadi sakti. Artinya, sehat wal afiat.

Sebenarnya, di samping jamasan kereta, di dalam keraton juga ada jamasan pusaka. Akan tetapi, jamasan pusaka itu tidak boleh dilihat oleh umum. Misteri jamasan pusaka itu sendiri akhirnya memang tinggal misteri yang dipelihara turun-temurun. Semisteri pusaka yang dipercayai memiliki kekuatan supra natural itu sendiri.

Saturday, June 4, 2011

Sumpit Dayak Lebih Ditakuti daripada Peluru

PADA zaman penjajahan di Kalimantan dahulu kala, serdadu Belanda bersenjatakan senapan dengan teknologi mutakhir pada masanya, sementara prajurit Dayak umumnya hanya mengandalkan sumpit. Akan tetapi, serdadu Belanda ternyata jauh lebih takut terkena anak sumpit ketimbang prajurit Dayak diterjang peluru.


Penyebab yang membuat pihak penjajah gentar itu adalah anak sumpit yang beracun. Sebelum berangkat ke medan laga, prajurit Dayak mengolesi mata anak sumpit dengan getah pohon ipuh atau pohon iren. Dalam kesenyapan, mereka beraksi melepaskan anak sumpit yang disebut damek.
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/02/19/0822582p.JPG
"Makanya, tak heran penjajah Belanda bilang, menghadapi prajurit Dayak itu seperti melawan hantu," tutur Pembina Komunitas Tarantang Petak Belanga, Chendana Putra, di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (2/6/2011).

Tanpa tahu keberadaan lawannya, tiba-tiba saja satu per satu serdadu Belanda terkapar, membuat sisa rekannya yang masih hidup lari terbirit-birit. Kalaupun sempat membalas dengan tembakan, dampak timah panas ternyata jauh tak seimbang dengan dahsyatnya anak sumpit beracun.

Tak sampai lima menit setelah tertancap anak sumpit pada bagian tubuh mana pun, para serdadu Belanda yang awalnya kejang-kajang akan tewas. Bahkan, bisa jadi dalam hitungan detik mereka sudah tak bernyawa. Sementara, jika prajurit Dayak tertembak dan bukan pada bagian yang penting, peluru tinggal dikeluarkan. Setelah dirawat beberapa minggu, mereka pun siap berperang kembali.

Penguasaan medan yang dimiliki prajurit Dayak sebagai warga setempat tentu amat mendukung pergerakan mereka di hutan rimba.

"Karena itu, pengaruh penjajahan Belanda di Kalimantan umumnya umumnya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar tapi tak menyentuh hingga pedalaman," Chendana.

Tak hanya di medan pertempuran, sumpit tak kalah ampuhnya ketika digunakan untuk berburu. Hewan-hewan besar akan ambruk dalam waktu singkat. Rusa, biawak, atau babi hutan tak akan bisa lari jauh. "Apalagi, tupai, ayam hutan, atau monyet, lebih cepat lagi," katanya.

Bagian tubuh yang terkena anak sumpit hanya perlu dibuang sedikit karena rasanya pahit. Uniknya, hewan tersebut aman jika dimakan. "Mereka yang mengonsumsi daging buruan tak akan sakit atau keracunan," kata Chendana.
Baik hewan maupun manusia, setelah tertancap anak sumpit hanya bisa berlari sambil terkencing-kencing.
"Bukan sekadar istilah, dampak itu memang nyata secara harfiah. Orang atau binatang yang kena anak sumpit, biasanya kejang-kejang sambil mengeluarkan kotoran atau air seni sebelum tewas," tambah Chendana.


sumber : http://regional.kompas.com/read/2011/06/02/14431016/Sumpit.Dayak.Lebih.Ditakuti.Dari.Peluru

Sunday, May 22, 2011

Amondawa, Suku Amazon yang Tidak Mengenal Konsep Waktu

Sekelompok ilmuwan menghabiskan waktu bersama sebuah suku di pedalaman Brasil, di mana semua orang tidak memiliki usia dan tidak mengenal kata-kata 'bulan' ataupun 'tahun'.

Mereka adalah suku Amondawa yang tinggal di wilayah terpencil sekitar Hutan Amazon di Rondonia. Profesor Chris Sinha dari University of Portsmouth mengklaim inilah kali pertama ilmuwan bisa membuktikan bahwa 'waktu' bukanlah konsep universal bagi manusia, seperti yang diperkirakan sebelumnya.

"Untuk orang-orang Amondawa, waktu tidak hadir dalam cara yang sama seperti kebanyakan orang," ujar Sinha seperti dikutip Daily Mail.


Anggota tim peneliti bersama Suku Amondawa



"Kini kita bisa mengatakan masih ada setidaknya satu bahasa dan budaya yang belum memiliki konsep waktu sebagai sesuatu yang bisa diukur, dihitung atau dibicarakan secara abstrak," lanjutnya.

"Tapi bukan berarti suku Amondawa adalah orang-orang yang terasing dari waktu. Hanya saja mereka lebih mengenal 'kejadian', bukannnya melihat kejadian itu sebagai sesuatu yang terkait dengan waktu," tambah Sinha lagi.

Tim peneliti, termasuk ahli bahasa Wany Sampaio dan antropolog Vera da Silva Sinha, menghabiskan delapan pekan bersama suku Amondawa untuk mencari tahu bagaimana mereka menggambarkan konsep waktu seperti 'pekan depan' atau 'tahun lalu'.

Mereka pun menemukan bahwa suku Amondawa tidak memiliki konsep seperti itu. Orang-orang Amondawa hanya mengenal konsep siang dan malam atau musim hujan dan musim kering.

Selain itu, tim peneliti pun menemukan bahwa anggota komunitas Amondawa tidak memiliki usia. Untuk menggambarkan lama kehidupan yang telah mereka jalani, suku Amondawa akan mengubah nama mereka. Contohnya, seorang anak akan memberikan namanya kepada saudara mereka yang baru lahir untuk kemudian mencari nama baru.

Suku Amondawa pertama kali bersentuhan dengan 'dunia luar' pada 1986 lalu. Namun orang-orang Amondawa sebenarnya bukan komunitas yang benar-benar tertutup terhadap peradaban modern. Terbukti, meski terus menjalani hidup sederhana dengan berburu, memancing dan bertani, mereka juga sudah mengenal listrik dan televisi.

Bukan hanya itu, suku Amondawa kini juga sudah mengadopsi bahasa Portugis dan mulai jarang menggunakan bahasa tradisional mereka.

http://www.adipedia.com/2011/05/amondawa-suku-amazon-yang-tidak.html

Wednesday, May 4, 2011

Ritual Unik Suku Toraja Membersihkan dan Mengganti Busana Jenazah Leluhur

Tana Toraja di Sulawesi Selatan sudah lama terkenal dengan alam pegunungannya yang permai serta ritual adatnya yang unik. Yang paling tersohor, tentu saja, pesta Rambu Solo yang digelar menjelang pemakaman tokoh yang dihormati.

Tiap tahun pesta yang berlangsung di beberapa tempat di Toraja ini senantiasa mengundang kedatangan ribuan wisatawan.Selain Rambu Solo, sebenarnya ada satu ritual adat nan langka di Toraja, yakni Ma’ Nene’, yakni ritual membersihkan dan mengganti busana jenazah leluhur.


Ritual ini memang hanya dikenal masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara. Biasanya, Ma’ Nene’ digelar tiap bulan Agustus. Saat Ma’ Nene’ berlangsung, peti-peti mati para leluhur, tokoh dan orang tua, dikeluarkan dari makam-makam dan liang batu dan diletakkan di arena upacara.

Di sana, sanak keluarga dan para kerabat sudah berkumpul. Secara perlahan, mereka mengeluarkan jenazah (baik yang masih utuh maupun yang tinggal tulang-belulang) dan mengganti busana yang melekat di tubuh jenazah dengan yang baru.Mereka memperlakukan sang mayat seolah-olah masih hidup dan tetap menjadi bagian keluarga besar.

http://torajacybernews.com/wp-content/uploads/2011/04/manene-300x240.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1Wkz1Xyh2dftZjDz9DR7fNNP6-4Kx_owpbxGNTbrCLijjhi2KICiMaaDzNf5l4zv2gio_GLm5iWcg9BRqScZgPE1ikTiAHRU_QWBjZt95Eepj3ayhyphenhyphenQlco6nYkDdQEp0XAt9eA0TyNNrP/s1600/26879_1195539983570_1680593833_384333_7108208_n.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdotR5R1_SAJunT-e9AD5k4PWqkWwmmv75CpJSXcOEHQ1weDCWCD1_gNdjEK8G2ayDw4pMzFaVbO6j8FtLbowffD5gJFah1LLtjfPUOKuzIrBt64a_PZt1wQd0y4YG6aOHfre3bbLOh8zT/s1600/26879_1195539943569_1680593833_384332_3967715_n.jpg

Ritual Ma’ Nene’ oleh masyarakat Baruppu dianggap sebagai wujud kecintaan mereka pada para leluhur, tokoh dan kerabat yang sudah meninggal dunia. Mereka tetap berharap, arwah leluhur menjaga mereka dari gangguan jahat, hama tanaman, juga kesialan hidup.


Asal Muasal Ritual Ma' Nene' di Baruppu

Kisah turun-temurun menyebutkan, pada zaman dahulu terdapatlah seorang pemburu binatang bernama Pong Rumasek. Saat sedang berburu di kawasan hutan pegunungan Balla, bukannya menemukan binatang hutan, ia malah menemukan jasad seseorang yang telah lama meninggal dunia. Mayat itu tergeletak di bawah pepohonan, terlantar, tinggal tulang-belulang.

Merasa kasihan, Pong Rumasek kemudian merawat mayat itu semampunya. Dibungkusnya tulang-belulang itu dengan baju yang dipakainya, lalu diletakkan di areal yang lapang dan layak. Setelah itu, Pong Rumasek melanjutkan perburuannya.

Tak dinyana, semenjak kejadian itu, setiap kali Pong Rumasek berburu, ia selalu memperoleh hasil yang besar. Binatang hutan seakan digiring ke dirinya. Bukan hanya itu, sesampainya di rumah, Pong Rumasek mendapati tanaman padi di sawahnya pun sudah menguning, bernas dan siap panen sebelum waktunya.

Pong Rumasek menganggap, segenap peruntungan itu diperolehnya berkat welas asih yang ditunjukkannya ketika merawat mayat tak bernama yang ditemukannya saat berburu. Sejak itulah, Pong Rumasek dan masyarakat Baruppu memuliakan mayat para leluhur, tokoh dan kerabat dengan upacara Ma’ Nene’.

Dalam ritual Ma’ Nene’ juga ada aturan tak tertulis yang mengikat warga. Misalnya, jika seorang istri atau suami meninggal dunia, maka pasangan yang ditinggal mati tak boleh kawin lagi sebelum mengadakan Ma’ Nene’ untuknya.

Ketika Ma’ Nene’ digelar, para perantau asal Baruppu yang bertebaran ke seantero negeri akan pulang kampung demi menghormati leluhurnya.

Warga Baruppu percaya, jika Ma’ Nene’ tidak digelar maka leluhur juga akan luput menjaga mereka. Musibah akan melanda, penyakit akan menimpa warga, sawah dan kebun tak akan menghasilkan padi yang bernas dan tanaman yang subur.



sumber :http://www.apakabardunia.com/2011/05/ritual-unik-suku-toraja-membersihkan.html

Saturday, March 12, 2011

Eksotisme Flora dan Fauna di "Taman Rahasia Misterius" Borneo (INDONESIA)

Borneo telah lama dikenal dengan reputasinya sebagai "Mysterious Secret Garden". Pulau itu merupakan rumah dari berbagai flora dan fauna yang unik dan eksotis.

Di sana ada ular bernama Dendrelaphis kopsteini. Ular ini bisa memiliki panjang hingga 1,5 meter. Lehernya yang oranye menyatu dengan pola warna-warni terang yang menarik di sekujur tubuhnya.


http://media.vivanews.com/images/2011/03/01/106000_spesies-unik-di-kalimantan--ular-kopstein-bronzeback.jpg
Foto: Gernot Vogel

Bahkan Anggrek liar bernama Thrixpermum erythrolomum adalah salah satu dari 37 spesies anggrek baru yang ditemukan di Trus Madi, Gunung tertinggi Malaysia (2.642 m).

http://media.vivanews.com/images/2011/03/01/106002_spesies-unik-di-kalimantan--thrixspermum-erythrolomum.jpg
Foto: Peter O’Byrne


Ada juga semut baru berwarna coklat kemerahan, bernama Lordomyrma reticulate. Berasal dari Sabah, semut berbulu ini memperkaya khasanah jenis semut yang ada di Asia Tenggara.

http://media.vivanews.com/images/2011/03/01/106003_spesies-unik-di-kalimantan--semut-coklat-berbulu.jpg
Foto: Andrea Lucky


Tak hanya itu, ada pula siput berwarna hijau kekuningan yang panjangnya tiga kali panjang kepalanya sendiri. Siput ini diberi nama Ibycus rachelae.

http://media.vivanews.com/images/2011/03/01/106009_spesies-unik-di-kalimantan--siput-ninja.jpg 
Foto: Menno Schilthuizen 


Atau serangga tongkat (stick insect) terpanjang di dunia. Panjang binatang bernama Phobaeticus chani ini bisa mencapai setengah meter. Ia ditemukan di dekat Gunung Kinabalu Park, Sabah.

http://media.vivanews.com/images/2011/03/01/106010_spesies-unik-di-kalimantan--serangga-terpanjang.jpg
Foto: www.livescience.com


Di sana juga ada kodok bisa melompat dari pohon yang satu ke pohon yang lain, sekaligus mampu berkamuflase seperti bunglon. Ia mampu mengubah warna kulitnya, menyesuaikan diri dengan warna lingkungan sekitar.

http://media.vivanews.com/images/2011/03/01/106011_spesies-unik-di-kalimantan--kodok-bunglon.jpg
Foto: Stefan Hertwig

Sumber :
teknologi.vivanews.com

Saturday, February 5, 2011

Negara - Negara Yang Rakyatnya bisa Berbahasa Jawa


Bahasa Jawa adalah bahasa yang digunakan penduduk suku bangsa Jawa terutama di beberapa bagian Banten terutama kota Serang, kabupaten Serang, kota Cilegon dan kabupaten Tangerang, Jawa Barat khususnya kawasan Pantai utara terbentang dari pesisir utara Karawang, Subang, Indramayu, kota Cirebon dan kabupaten Cirebon, Yogyakarta, Jawa Tengah & Jawa Timur di Indonesia.
 

Republik Suriname (Surinam)dulu bernama Guyana Belanda atau Guiana Belanda adalah sebuah negara di Amerika Selatan dan merupakan bekas jajahan Belanda.

Negara ini berbatasan dengan Guyana Perancis di timur dan Guyana di barat. Di selatan berbatasan dengan Brasil dan di utara dengan Samudra Atlantik.Di Suriname tinggal sekitar 75.000 orang Jawa dan dibawa ke sana dari Hindia-Belanda antara tahun 1890-1939. Suriname merupakan salah satu anggota Organisasi Konferensi Islam.

Sejumlah orang Jawa didatangkan ke Singapura sejak 1825 [Johari, 1965]. Mereka berasal dari Jawa Tengah, dan mereka dipekerjakan sebagai buruh di perkebunan karet, jalur kereta api dan konstruksi jalan raya. Kampong Jawa, di tepi sungai Rochor, adalah tempat pemukiman pertama orang Jawa di Singapura. Selain Kampong Jawa, Kallang Airport Estate dikenal sebagai tempat pemukiman orang Jawa juga. Di Kallang, mereka hidup berdampingan dengan orang Melayu dan Cina.

Umumnya, mereka sudah berwarga negara Malaysia. Leluhur mereka datang sekitar tahun 1900 karena tekanan ekonomi. Masyarakat Jawa di Malaysia saat ini termasuk generasi ketiga dan keempat. Walaupun masih menggunakan sebagian adat dan kebudayaan Jawa, mereka sudah dianggap Melayu pribumi yang sah sesuai undang-undang Malaysia.

Yang terbanyak tinggal di Negeri Selangor, terutama di kawasan Tanjung Karang, Sabak Bernam, Kuala Selangor, Kelang, Banting, dan Sepang. Mereka masih mengekalkan beberapa unsur Jawa meski tidak total. Di Johor juga banyak, tapi yang muda-muda sudah lupa warisan leluhurnya.

Bahkan sebagian ada yang merasa malu mengakui berketurunan Jawa. Mereka sudah tidak boleh (bisa, Red.) lagi bertutur bahasa Jawa secara baik dengan unggah-ungguh dan tata krama. Ada yang mengekalkan identitas dirinya dengan mewujudkan Persatuan Anak-anak Jawa. Kegiatan keseniannya kuda kepang dan reog, walaupun tidak sehalus di Jawa.

Saat Belanda menjajah Indonesia belanda mengirim orang jawa sebagai budak ke Belanda. Yang unik dalam kasus bahasa Jawa ini adalah minat orang asing terhadap bahasa atau sastra Jawa. Dan, Belanda sebagai negeri bekas penjajah Jawa ternyata menjadi gudang dari orang atau pakar yang punya minat khusus terhadap keberadaan bahasa Jawa.

Universiteit Leiden, universitas tertua di Belanda yang didirikan 1575 merupakan salah satu gudangnya. Di universitas yang didirikan Pangeran Willem van Oranje, tempat dari sekitar 17 ribu mahasiswa menimba ilmu, kita bisa melihat naskah-naskah kuno berhuruf Jawa atau sastra Jawa kontemporer yang masih terawat.

Kaledonia Baru (bahasa Perancis: Nouvelle-Calédonie) adalah sebuah negeri seberang laut milik Perancis terletak di Samudra Pasifik bagian selatan. Juga dinamai Kanaki yang dari nama penduduk asli kepulauan itu. Negara kepulauan ini telah dikuasai Perancis selain Polinesia Perancis. Status ini dikenakan sampai 1998. Namanya berasal dari bahasa Latin Skotlandia. Ibu kotanya ialah Noumea.

Daerah ini dihuni oleh sebagian suku Jawa. Dahulu orang Jawa di Kaledonia Baru menjadi kuli kontrak atau mencari kehidupan lebih baik di negeri asing. Perpindahan orang Jawa di Kaledonia juga sama dengan orang Jawa Suriname, namun kepindahan orang Jawa di Pasifik telah terhenti sejak 1949.

Jumlah penduduk Kaledonia Baru tercatat tanggal 1 September 2006, yaitu: 237.765 jiwa.

Orang Jawa di Kaledonia Baru tetap menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari, namun kini anak-anak mudanya sudah tak bisa berbahasa Jawa, hanya bisa berbahasa Perancis saja.

udah pasti bahasa jawa juga di gunakan di Indonesia. bahasa yang digunakan penduduk suku bangsa Jawa adalah bahasa jawa terutama di beberapa bagian Banten terutama kota Serang, kabupaten Serang, kota Cilegon dan kabupaten Tangerang, Jawa Barat khususnya kawasan Pantai utara terbentang dari pesisir utara Karawang, Subang, Indramayu, kota Cirebon dan kabupaten Cirebon, Yogyakarta, Jawa Tengah & Jawa Timur di Indonesia.

source: http://www.blackstuck.co.cc/2011/01/inilah-6-negara-yang-menggunakan-bahasa.html

Sunday, January 9, 2011

Berbagai Macam Kuliner Dari Madura

Kuliner Jawa Timur sangatlah unik, apakah anda tahu sebagian besar Kuliner dari Jawa Timur berasal dari Pulau Madura. Apa saja wisata kuliner dari Madura ini, silahkan disimak.

Nasi Serpang


Nasi serpang Madura adalah masakan Madura yang unik, karena menggabungkan semua unsur yang terdapat di Pulau Madura. Karena di Nasi serpang ini terdapat bahan2 sebagai berikut

Satu lagi kekhasan Nasi Serpang, yaitu nyaris tak ada sayur yang nongol di belantara lauk pauknya. Hal ini juga akan Anda jumpai hampir di setiap masakan made in Madura.


Sate Lappa


Sate Lappa konon adalah asal muasal sate Madura yang sangat legendaris, sate ini tidak sebesar sate lalat tetapi mempunyai besar sama seperti sate yang dijual kebanyakan sekarang. Bedanya adalah dibumbu kacang yang lebih encer, dan biasanya dijajakan oleh mbok2 seperti penjual jamu. Sayangnya saat ini sudah sangat susah kita menemui penjual sate Lappa ini karena sudah mulai ditinggalkan para penjual.




Kaldu kaskus


Masakan ini adalah semacam Gulai dari otot kaki sapi atau yang biasa kita kenal kaskus, dengan buah kaldu kaskus yang kental dan gurih. Masakan ini dicampur dengan sedikit kacang hijau, dan semangkuk kaldu kaskus ini disajikan beserta sepiring ubi yang dibuat semacam perkedel dan sepiring lontong.


Rasa dari kaldu kaskus ini sangatlah lezat, karena gurih dan menyerapnya bumbu di kaldu kaskus ini. Jangan lupa sertakan jeruk nipis dan sambal, akan membuat rasa kaldu ini pedas dan segar.




Kue Apem Madura


makanan khas warga Madura bernama kue Apem Lopes bumbu gula merah jahe plus kayu manis. Selain rasanya nikmat, Kue apem lopes di percaya dapat menghilangkan capek setelah seharian bekerja lantaran kandungan gula merah jahe plus kayu manis, berfungsi untuk menghangatkan badan.




Nasi Goreng Potre Koneng


Nasi goring potre koneng adalah nasi goreng yang berasal dari Pulau Madura, kenapa dinamakan Nasi Goreng Potre Koneng. Konon nasi goreng ini adalah masakan favourite Putri Koneng, salah satu putri Raja di Madura. Rasanya tidak banyak berbeda dengan nasi goreng biasa, hanya bumbu dan penyajiannya saja yang berbeda. Untuk lauk pauknya nasi goreng ini memakai abon dan ikan teri, bagi yang belum pernah mencoba. Sangat disarankan untuk mencoba nasi goreng ini.




Soto Sabrang


Soto ini sangat unik, karena asal muasal katanya sabrang adalah singkong. Ya soto Sabrang ini dicampur dengan singkong dan ini yang membuat unik adalah kehadiran bahan singkong dan kacang hijau dalam kuah soto yang satu ini. Untuk mengenai bumbu soto hampir sama dengan soto2 yang lain, namun yang membuat special kuliner ini yyang ditonjolkan dan khasnya adalah kehadiran Singkong dan kacang hijau dalam kuahnya.




Kripik Paru


Madura mempunyai oleh2 dan banyak kuliner yang layak dinikmati, salah satunya adalah kripik paru Madura. Kripik paru ini sangat garing dan gurih, karena paru yang digoreng kering ini adalah cemilan yang banyak dicari oleh wisatawan yang datang ke Madura. Diiris tipis dan ditambah tepung membuat kripik paru ini crispy.




Sate Lalat


Sate Lalat adalah salah satu Kuliner yang unik di Pulau Madura, sate ini banyak bisa kita temui didaerah Pemekasan. Disekitar jalan Niaga yang merupakan sentra penjual makanan sate ini terutama diwaktu malam.


Sate ini adalah sate ayam yang disajikan dalam potongan yang sangat kecil2 yang hampir menyerupai dan sebesar lalat, inilah dinamakan sate lalat. Seperti umumnya sate bumbu kacang dan untuk memakannya kita harus memakan satu tusuk utuh satenya, disertai dengan lontong. Memakan sate ini membuat saya penasaran, karena porsi kecilnya sehingga tidak cukup 1 porsi tetapi bisa menambah 2 sampai dengan 3 porsi. Untuk harga jangan khawatir karena seporsi sate lalat ini harganya dibawah Rp 10.000




Kripik singkong


Madura mempunyai cuaca dan sebagian daerah yang gersang, sehingga tidak banyak pertanian yang dapat ditanami disini. Masyarakat Madura banyak menanam Singkong di kebun rumahnya, dan kripik singkong ini menjadi salah satu oleh2 yang banyak dibawa wisatawan dari Pulau Madura. Kripik singkong ini sangat renyah, karena dikemas sedemikian rupa sehingga membuat rasanya gurih dan layak untuk dinikmati.




Rujak Cingur


Siapa yang tidak mengenal rujak Cingur, kuliner ini adalah khas dari Madura. Cingur yang berarti hidung, ya masakan ini ada unsur dari hidung sapi dan banyak campuran bahan yang membuat lidah kita tidak berhenti bergoyang. Rasanya pun sangat nikmat, Rujak Cingur mempunyai bahan bahan campuran sebagai berikut


Masakan ini merupakan kombinasi sejumlah unsur, antara lain:

Unsur bahan makanan olahan; terdiri dari lontong yang merupakan olahan dari beras yang dibungkus daun pisang, tahu goreng, tempe goreng, cingur alias moncong sapi yang dimasak terlebih dulu.

Unsur buah-buahan; terdiri dari mentimun, nanas, jambu monyet, kedondong, mangga muda, belimbing, bengkoang, atau buah lain sesuai kreasi yang koki.

Unsur sayuran; terdiri dari rebusan daun kangkung, kacang panjang, dan kecambah.
Unsur sambal; merupakan kombinasi dari petis udang, terasi, kacang goreng atau kacang sangrai yang telah dikupas, garam, gula, terasi, pisang batu muda, dan bawang putih goreng. Semua unsur sambal ini diulek



Nasi Petis Madura


Nasi petis adalah nasi putih dengan lauk telur petis, ditambah empal, paru goreng, semur daging sapi yang empuk dan sangat lezat, serta sambal yang puedessss. Ternyata, semur di Madura dimasak dengan bumbu jintan, sehingga rasanya lebih mantap.


Warung nasi petis yang sangat terkenal di Pulau Madura adalah warung "Amboina" adalah warung makan yang terkenal sejak zaman tempo doeloe. Warungnya rapi, bercat hijau, terletak di pinggir lun-alun kota Bangkalan.


Warungnya bergaya khas tempo doeloe. Karena sempit, hanya ada dua deretan bangku panjang menghadap meja panjang yang menempel ke masing-masing dinding. Karena laris, tak jarang tamu harus antre menunggu giliran tempat duduk. Tak heran pula bila tamu yang datang berdua akan terpisah tempat duduknya karena keterbatasan tempat. Tetapi nasi petis ini adalah kuliner yang paling sukai di Pulau Madura, saya sampai berkali2 membeli nasi petis ini.


Sunday, December 19, 2010

7 Keajaiban Dunia di China Dulu Dan Sekarang

1. Yang terdaftar pertama kali dari keajaiban di cina tentu saja adalah Tembok Besar China. Ini adalah salah satu Tujuh Keajaiban Dunia. Membentang sepanjang 4000miles, ini adalah satu-satunya struktur buatan manusia di bumi yang dapat dilihat dari bulan. Bangunan ini terletak di beijing, ibukota Cina.


2. Berikutnya adalah The Forbidden City, istana kekaisaran dinasti cina. Ini adalah istana kuno terbesar di dunia. Membentang lebih dari tujuh juta kaki persegi dan berisi lebih dari 10.000 kamar, bangunan ini berumur lebih dari 500 tahun, dan dibangun untuk menggambarkan kekuatan politik cina.

3. Terracotta Warriors digali dan ditemukan pada tahun 1974. Sekarang, menjadi museum yang menyimpan semua oxidising terracottas. Di dekat bangunan ini terdapat makam Kaisar Qin. Hingga sekarang banyak mesteri yang belum terungkap mengenai bangunan ini. Bangunan ini terletak di Xian, Shaanxi, Cina. Terrracotta Warriors dipercaya dibangun untuk menjaga kubu Qin’s.


 


4. Biara Hanging yang terletak di Gunung hengshan, Shaanxi, Cina. Dibangun lebih dari 1400 tahun yang lalu. Di bagian samping terdapat jurang yang curam, pada bagian ini bangunan ditahan dengan kayu beams, dan dengan struktur yang cukup kuat untuk menahan gempa bumi besar bahkan di tahun 1303.




5. Patung Buddha Leshan berlokasi di Leshan, Sichuan, Cina. Patung Buddha terbesar di dunia, patung ini diukir oleh rahib Buddha lebih dari 1000 tahun. Butuh waktu 90 tahun untuk menyelesaikannya. Patung ini mempunyai tinggi 233 kaki dan lebar 90 kaki.

 


6. Gunung Wudang, terletak di Wudang, Hubei, Cina. Di lereng Gunung Wudang terdapat candi, istana dan jembatan yang sangat spectakuler. Juga termasuk kota keramat bagi negara Cina. Ia juga dikenal sebagai negara asal dari Kungfu Tai Chi dan Wudang Kung Fu.

7. Temple Zhai Shi Bao , yang terletak di Sungai Yangtze. 




KEAJAIBAN CINA DI MASA KINI
1. Stadion Nasional Beijing lebih umum disebut dengan sebutan stadion Sarang Burung, adalah konstruksi baja terbesar di dunia, dapat menampung hingga 80.000 orang. Digunakan sebagai tempat upacara pembukaan dan penutupan Beijing 2008 Summer Olympic Games.



2. Beijing National Aquatics Center yang umumnya dikenal sebagai water cube.



3. CCTV Headquarters Tower, dengan tinggi 234m. Terletak di pusat bisnis Beijing dan cukup sederhana dengan bentuk geometris. Benar-benar bangunan yang menakjubkan, menara ini selesai pada akhir tahun 2008.



4. The New Beijing International Airport. Ini adalah terminal bandara terbesar di dunia. Dirancang berdasarkan konsep naga legendaris, struktur ini tidak hanya terlihat besar, tetapi terlalu spektakuler.



5. Beijing CCTV Tower. Menara dengan struktur tallest di Beijing dan dibangun pada tahun 1992, dengan ketinggian 405m.



6. The Beijing National Theatre yang terletak di Beijing. Bentuk struktur ini terlihat seperti sebuah telur dan itu adalah teater indoor terbesar di dunia. Ia dikelilingi oleh danau buatan manusia dan dapat dijangkau melalui sebuah terowongan bawah tanah.




7. The China World Trade Center Tower 3, selesai tahun 2008. Berlokasi di Central Business District, menara ini berdiri di ketinggian 330m, dengan 74 lantai. Ini akan menjadi bagian dari China World Trade Center sama seperti dengan New York World Trade Center.

source: http://reasonizer.blogspot.com/2010/12/ini-dia-tujuh-keajaiban-dunia-di-negeri.html