TrafficRevenue
Showing posts with label Alam. Show all posts
Showing posts with label Alam. Show all posts

Saturday, May 28, 2011

Ilmuwan Berhasil Ungkap Rahasia Magnet Bumi

Inti Bumi secara bertahap meleleh dan membeku akibat sirkulasi panas dari mantel batu. Temuan ini membantu memahami terbentuknya inti Bumi.

Selain memahami terbentuknya inti Bumi, temuan ini juga bisa digunakan untuk mengetahui cara inti terluar berperan seperti geodynamo penghasil medan magnet.

"Asal muasal medan magnet hingga kini tetap menjadi misteri bagi ilmuwan," ungkap peneliti Jon Mound dari Leeds.


"Kita tak bisa mendapat sampel inti Bumi, jadi kita hanya bergantung pada pengukuran permukaan dan model komputer guna mengetahui yang terjadi di inti Bumi," lanjutnya.

Bagian dalam inti Bumi berupa besi solid seukuran Bulan yang dikelilingi inti luar dinamis cairan besi-nikel yang menyebabkan sebagian inti besi membeku dan meleleh.

Panas menghilang ketika dingin mengalir dari inti ke mantel diteruskan ke kerak Bumi melalui proses konveksi. Arus konveksi menggerakkan mantel hangat ke permukaan dan mengirim mantel dingin kembali ke inti.

"Gerakan inilah yang memberi daya ‘geodynamo’ untuk menghasilkan medan magnet. Model baru kami menyediakan penjelasan sederhana pada beberapa pengukuran yang membingungkan ilmuwan selama bertahun-tahun,” tutupnya.

Sumber :
adipedia.com

Friday, May 27, 2011

Bakteri, Pemicu Hujan dan Badai yang Paling Kuat

Bakteri, makhluk hidup yang bertebaran di udara, ternyata menjadi elemen penting untuk terjadinya hujan, salju, bahkan badai es. Alexander Michaud dari Montana State University di Bozeman mengatakan, ia menemukan bakteri dalam jumlah besar pada pusat badai es.

http://msnbcmedia1.msn.com/j/MSNBC/Components/Photo/_new/110524-HailPhoto-hmed-0910a.grid-6x2.jpg

Para peneliti sebelumnya percaya bahwa senyawa kimia atau bahan mineral lainnya yang berada di awan menjadi penyebab terjadinya hujan, salju, atau badai es.

Namun, penelitian terbaru membuktikan bahwa bakteri, bahkan jamur, diatom, dan ganggang, juga bisa menjadi pemicu terjadinya hujan. Studi yang mempelajari fenomena ini disebut bioprecipitation.

'Mineral sebelumnya diyakini sebagai zat utama di atmosfer untuk memicu terjadinya hujan. Tapi nyatanya, mineral tidak seaktif bakteri,' kata Brent Christner, ahli mikrobiologi yang tengah mendalami bioprecipitation di Louisiana State University.

Agar mineral membentuk ice nuclei, kristal es di sekitar awan, dibutuhkan partikel air yang lebih dingin dari biasanya di awan, kata Christner kepada LiveScience.

Ia menambahkan, bakteri dan makhluk hidup lainnya yang berada di sekitar awan juga bisa menjadi bahan pemicu terjadinya hujan, salju, atau badai es.

Michaud sempat mengambil batu es sebesar bola golf setelah terjadi badai es hebat yang menerjang Montana pada Juni tahun lalu.

http://msnbcmedia1.msn.com/j/MSNBC/Components/Photo/_new/110524-GolfHailPhoto-hmed-0920a.grid-3x2.jpg

Ia kemudian membelah es itu menjadi empat bagian. Secara mengejutkan, ia menemukan bahwa jumlah bakteri terbanyak terdapat pada inti batu es tersebut.

'Bakteri ditemukan dalam biang es sebelum es itu membesar menjadi badai,' kata Michaud. 'Ini membuktikan bahwa pemicu terbentuknya es adalah bakteri atau partikel biologi lainnya.'

Dengan menentukan suhu ketika badai es terbentuk, tim peneliti menemukan bahwa bakteri menyebabkan terbentuknya es pada suhu yang lebih hangat ketimbang biasanya.

Sebelumnya, tim yang dipimpin oleh Christner menemukan bahwa bakteri patogen Pseudomonas syringae memegang peran penting dalam pembentukan salju di seluruh dunia, termasuk di Antartika. Patogen diketahui sangat bagus dalam membentuk es pada temperatur di bawah normal maupun titik beku air.

Bakteri dilengkapi zat khusus yang mampu mengikat molekul air. Selanjutnya, bakteri dengan mudah membentuk partikel es. Ketika di darat, bakteri menggunakan es ini untuk merusak pohon. Akibatnya, kulit pohon dan selnya terbuka dan bakteri dengan mudah masuk ke dalam pohon.

sumber:

Wednesday, May 25, 2011

10 Gunung Yang Dianggap Suci

Terdapat beberapa gunung disucikan di berbagai tempat. Hal ini dikarenakan sejarah maupun kepercayaan dari masyarakat sekitar yang mempercayai bahwa di gunung tersebut tempat tinggal para dewa maupun memiliki kekuatan magis tersendiri. Mari kita simak gunung-gunung yang disucikan dibawah ini.

1. Gunung Olimpus, Yunani
Gunung Olimpus
Gunung Olimpus
Gunung ini merupakan tempat tinggal legendaris para dewa mitos Yunani dan singasana dari dewa Zeus. Tingginya mencapai 2919 meter. Di gunung ini tumbuh 1700 spesies flora yang berbeda.

2. Gunung Fuji, Jepang
Gunung Fuji
Gunung Fuji
Gunung dengan puncak yang diselimuti dengan es ini sangat disakralkan umat Budha dan Shinto. Selama bulan Juli dan Agustus merupakan musim pendakian gunung dan terdapat 200.000 orang yang bersemangat untuk mendaki gunung setinggi 3776 meter ini. Gunung Fuji merupakan gunung yang masih aktif dan dipercaya menjadi istana dari Dewi Api dalam agama Shinto dan Danichi Nyorai, Dewa Matahari dalam agama Budha.

3. Gunung Agung, Bali – Indonesia
Gunung Agung
Gunung Agung
Orang Bali percaya bahwa gunung berapi ini merupakan pusat dari jagat raya. Memiliki tinggi 3142 meter dan berdiri kokoh di bagian timur Bali. Pura terbesar, Besakih berada di lereng Gunung Agung dengan ketinggian 915 meter.

4. Gunung Salib Suci, Colorado
Gunung Salib Suci
Gunung Salib Suci
Legenda dari salib besar yang berada digunung berbatu ini terbukti benar saat seorang fotografer William Henry Jackson kembali dari ekspedisi di tahun 1873 dengan foto puncak yang mengagumkan. Gunung yang memiliki tinggi 4267 meter ini terletak bagian utara wilayah Sawatch. Nama Salib Suci sendiri berasal dari bagian salju yang membentuk salju yang terdapat di timur laut gunung ini dan menjadi sangat populer menjadi tempat peziarahan umat Kristen.

5. Gunung Everest, Nepal/Perbatasan Cina
Gunung Everest
Gunung Everest
Orang Tibet menyebut Gunung Everest sebagai sumber dari jagat raya dan orang Nepal menyebut Dewi langit bagi gunung ini. Gunung yang mencapai tinggi 8848 meter ini merupakan gunung dengan puncak tertinggi di planet bumi. Everest merupakan salah satu bagian dari pegunungan himalaya yang tertutup salju abadi.

6. Gunung Nebo, Yordania
Gunung Nebo
Gunung Nebo
Berdasarkan bagian akhir dari bagian Deuteronomy, Gunung Nebo merupakan tempat dimana nabi Musa Ibrani menemukan tanah yang dijanjikan Tuhan. Saat sedang hari cerah dari gunung ini dapat terlihat Laut Mati, Bethlehem, Yerusalem, Sungai Yordania, Jericho dan Gunung Olive.

7. Gunung Kailash, China/Perbatasan Tibet
Gunung Kailash
Gunung Kailash
Ribuan penganut Budha, Hindu, Jain dan Bonpo melakukan perjalanan suci ke kota terpencil di kawasan Himalaya, Darchen setiap tahunnya untuk melakukan kora suatu ritual mengelilingi Gunung Kailash. Menginjakkan kaki di gunung ini adalah tindakan yang melanggar kesucian, namun dengan melakukan kora dengan panjang perjalanan 51 kilometer ini dipercaya dapat menghapus dosa selama hidup di dunia.

8. Gunung Croagh Patrick, Irlandia
Gunung Croagh Patrick
Gunung Croagh Patrick
Sebanyak satu juta peziarah melakukan perjalanan suci setiap tahunnya untuk perdoa di puncak salib, berpartisipasi dalam kegiatan Misa, atau hanya bergabung untuk ikut menikmati pemandangan bagian barat laut Irlandia. Bangsa Celtic pra-Kristen menganggap Dewa Crom Dubh tinggal di gunung ini dan kemudian Santa Patrick yang membawa agama Kristen ke Irlandia melakukan perjalanan selama 40 hari berpuasa dan berdoa di puncak gunung ini memberikan pengaruh terhadap peziarahan yang dilakukan bagi penganut Kristen di Irlandia.

9. Puncak San Fransisco, Arizona
Puncak San Fransisco
Puncak San Fransisco
Lebih dari puluhan suku asli Amerika mempercayai rangkaian gunung berapi di Hutan Nasional Coconino adalah tempat yang sakral termasuk Hopi, yang dipercayai sebagai puncak yang ditinggali orang-orang Kachina. Untuk melindungi wilayah tersebut sebaik mungkin, tidak ada jalan langsung yang mencapai puncaknya. Walaupun demikian ada alternatif lain yang dapat ditempuh yakni jalan puncak Humprey dengan tinggi 3851 meter yang berjarak 14,4 kilometer dan tidak mudah untuk dilalui.

10. Puncak Popocatepel, Meksiko
Popocatepel
Popocatepel
Puncak gunung berapi ini terdapat dari 72 kilometer tenggara Meksiko City dan memiliki pengaruh besar di legenda suku Aztec dan suku lokal Nahua. Gunung yang biasa disebut El Popo ini berarti sesuati yang hidup dan bernapas. Saat abad ke-16 para misionaris dari Spanyol memasuki Meksiko dibangun 14 gereja di lembah El Popo. Peninggalan ini menjadi salah satu situs warisan budaya yang dilindungi UNESCO.

Sunday, May 22, 2011

Berenang Diantara Dua Lempeng Tektonik

Seorang penyelam mengeksplorasi katedral di ngarai Silfra, dalamnya berisi air tawar di lembah celah antara pelat tektonik Eurasia dan Amerika di Thingvellir National Park, Islandia. Dalam foto ini plat Amerika di sebelah kiri dan lempeng Eurasia di sebelah kanan.





















Air panas keluar dari lubang geothermal



Lantai danau retak oleh intrusi lava di Blue Lagoon.

Wednesday, May 18, 2011

Satu Hari Kini Hanya Tinggal 23 Jam


http://yanatea.files.wordpress.com/2009/08/bumi1.jpg


Richard Gross, peneliti dari Jet Propulsion Laboratory, NASA menyusun model penghitungan kompleks untuk mengalkulasikan secara teoritis, bagaimana gempa bumi di Jepang, yang merupakan gempa terbesar kelima sejak tahun 1900, memengaruhi rotasi Bumi. Memanfaatkan data dari United States Geological Survey, hasil perhitungan mengindikasikan adanya perubahan distribusi massa Bumi. Gempa Jepang telah membuat Bumi berputar sedikit lebih cepat, dan memperpendek waktu dalam satu hari hingga 1,8 mikrodetik atau sepersejuta detik. Kalkulasi yang dibuat juga menunjukkan bahwa poros Bumi bergerak sekitar 17 centimeter ke arah bujur timur. Perubahan poros ini akan membuat pergerakan Bumi sedikit berbeda. Namun itu tidak mempengaruhi posisi Bumi di ruang angkasa karena hanya kekuatan eksternal seperti gravitasi Matahari, Bulan, dan planet-planet yang mampu mengubah itu.

Seputar semakin singkatnya waktu dalam satu hari yang sudah tidak mencapai 24 jam, sebagai gambaran, akibat gempa dengan magnitude 8,8 yang terjadi tahun lalu di Chile, waktu dalam satu hari telah dipangkas sebesar 1,26 mikrodetik dan menggeser poros Bumi sekitar 8 cm. Padahal, menggunakan kalkulasi serupa yang dilakukan setelah gempa dengan magnitude 9,1 yang menghantam Aceh tahun 2004 lalu, waktu dalam satu hari sudah berkurang sebesar 6,8 mikrodetik akibat bergesernya poros dan bentuk Bumi sekitar 7 cm.

Gross menyebutkan, dalam kurun satu tahun, waktu dalam satu hari bisa bertambah dan juga berkurang sekitar satu milidetik atau 550 kali lebih besar dibanding akibat gempa Jepang. Demikian pula dengan lempeng Bumi yang bisa bergeser sekitar 1 meter dalam satu tahun akibat berbagai gempa. Meski telah membuat penghitungan, kalkulasi yang dibuat Gross, baik untuk rotasi dan poros Bumi, hasilnya kemungkinan akan masih berubah dengan munculnya data-data baru yang lebih akurat seputar fenomena yang terjadi di Bumi.





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8441433

Tuesday, May 17, 2011

Blitar Kembali Diguncang Gempa

Illustration

MALANG, KOMPAS.com — Gempa berkekuatan 5,4 skala Richter kembali mengguncang wilayah pesisir selatan Jawa Timur, tepatnya di tenggara Kabupaten Blitar, pukul 12.01 WIB, Rabu (18/5/2011).

Gempa tersebut dirasakan sampai Kota Malang dan sekitarnya. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tretes, Kabupaten Pasuruan, posisi gempa berada di 9,44 Lintang Selatan dan 112,56 Bujur Timur. Kedalaman gempa mencapai 20 kilometer. Pusat gempa tersebut ada di Samudra Indonesia, tenggara Blitar.

Iwan, petugas pencatat gempa BMKG Tretes, mengatakan, tidak ada potensi tsunami yang diakibatkan oleh gempa tersebut.

Di Kota Malang, gempa itu dirasakan oleh warga yang sedang beraktivitas di dalam gedung. Joni, karyawan kantor swasta di Jalan Sultan Agung, Malang, mengaku merasakan guncangan gempa, tetapi tidak sekuat gempa yang terjadi sehari sebelumnya. Sebelumnya gempa juga terjadi pada Selasa pagi kemarin.

Pusat gempa kemarin, menurut Iwan, tak jauh dari gempa saat ini, yakni di Samudra Indonesia, sebelah tenggara Blitar. Adapun koordinat gempa kemarin ada di 9,55 Lintang Selatan, 112,55 Bujur Timur atau di 170 kilometer tenggara Blitar, dengan kedalaman 25 kilometer.

Hingga kini belum ada laporan korban luka ataupun kerusakan bangunan.(Kompas.com)

Monday, May 16, 2011

Ini Salah Satu Pulau Tercantik di Indonesia

Pulau Hoga adalah salah satu pulau di gugusan kepulauan WAKATOBI wilayah Kabupaten Wakatobi, provinsi Sulawesi Tenggara , Indonesia, yang juga merupakan pulau wisata bawah laut terindah di Dunia. Pulau ini terletak di timur Pulau Kaledupa.
MENDENGAR namanya, orang berpikir tiga hal itu ada kaitannya dengan Jepang. Padahal, ini tentang keindahan Indonesia di Sulawesi Tenggara. Tiga nama itu adalah nama obyek wisata yang dinilai potensial laku dijual kepada wisatawan mancanegara yaitu Pulau Hoga dan Onemobaa di Kabupaten Wakatobi dan Pulau Sagori di Kabupaten Bombana.
Masih agan semua ingat film The Beach? Film yang diperani si ganteng Leonardo Di Caprio itu berkisah tentang surga tersembunyi di sebuah pulau terpencil di Filipina. Bayangkan bahwa tempat itu ternyata ada juga di Indonesia. Tepatnya di Pulau Hoga, Kepulauan Wakatobi di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Daratan Pulau Hoga yang kehijauan tampak cantik dikelilingi pasir putih yang berkilauan tetimpa cahaya matahari. Angin laut yang segar langsung mengisi paru-paru. Air laut di depan mata membentang biru dan jernih.
Mendarat di Hoga, tampak bangunan-bangunan kayu yang sederhana namun kokoh. Sejumlah bule berseliweran di ruang makan berkapasitas 60-80 orang yang dipenuhi jadwal dan instruksi berbahasa Inggris. Suasana hiruk-pikuk dengan senda gurau dalam bahasa Inggris. Padahal, itu di kepulauan Wakatobi, di ujung tenggara Pulau Sulawesi yang dari Jakarta bisa ditempuh dua hari.
Memang, orang asing itu bukan sekadar turis. Mereka rata-rata mahasiswa dan profesor peneliti program Operation Wallacea (Opwall), lembaga ekspedisi riset dan konservasi yang berbasis di Inggris.
Keindahan yang tak ternilai dari tempat ini adalah lokasinya yang terpencil, kata John Coop Direktur-Expedisi Logistik Opwall di Pulau Hoga.
Menurut John, mereka datang pada musim liburan universitas di Eropa: Maret dan Juni-September. Tiap musim jumlah mahasiswa dan relawan mencapai 400 orang sementara profesor 8-10 orang.
Kepulauan Wakatobi memang menyimpan banyak keindahan. Dulu dikenal sebagai kepulauan Tukang Besi, terdiri dari kelompok empat pulau utama yang menjadi nama Wakatobi: Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.
Kawasan dengan luas 1.390.000 hektare yang terdiri dari pulau-pulau kecil dan besar, jajaran atol dan laguna karang tersebut terkenal kepadatan habitat terumbu karang dan ikanya yang beragam. Paus dan lumba-lumba pun kerap dapat ditemui di sekitar Wangi-Wangi.
Pencinta penyu dapat meneliti di Pulau Runduma, sebelah utara Pulau Kaledupa. Di pulau yang sulit ditempuh karena jalur pelayarannya rawan gelombang, penyu-penyu hijau (Chelonia mydas) selalu turun bertelur.
Satu lagi yang menjadi sorotan para peneliti asing adalah sejumlah perkampungan Suku Bajo. Kelompok masyarakat yang kerap disebut gipsi laut ini benar-benar hidup di atas laut dengan membangun permukiman di atas laguna karang. Mereka tersebar di pulau Wangi-Wangi, Kaledupa, dan Tomia.
Namun, tidak murah biaya peneliti ikut program Opwall. Untuk dua minggu, mereka harus membayar biaya hidup 1.750 dollar AS atau sekitar Rp 17,5 juta. Biaya belum termasuk ongkos pulang, visa, sertifikat, dan alat menyelam.
Maka Opwall yang beroperasi sejak 1995 menyiapkan fasilitas tak tanggung-tanggung. Di Pulau Hoga, Opwall menyewa satu bangunan rumah panggung milik Pemerintah Daerah Wakatobi dan difungsikan sebagai kantor, ruang kelas, area belajar, perpustakaan mini, ruang komputer, laboratorium basah, restoran, bar, dan klinik pertolongan pertama. Opwall juga berkerja sama dengan operator dan lembaga kursus menyelam PADI.
Di perkampungan Suku Bajo di Sampela, Opwall membangun sebuah fasilitas penelitian untuk menginap di perkampungan. Sebuah rumah dengan fungsi yang sama juga disewa di Desa Ambeua, Pulau Kaledupa.

Banyaknya peneliti asing membuat masyarakat di Wakatobi, juga Suku Bajo di Sampela, mengira pengunjung lokal yang berkulit kuning langsat pun sebagai orang asing.
Warga juga sangat terbiasa diwawancara. Bahkan sebagian mengaku bosan, letih. Para peneliti asing itu kadang tidak datang berkelompok tapi sendiri-sendiri. Lalu kami diminta berkumpul. Setiap orang dapat pertanyaan panjang dan banyak. Sering kami jadi tidak melaut, keluh La Diy (42) warga Desa Sembano.
Buntutnya saat mengetahui jadi obyek penelitian, mereka menjadi kritis dan mempertanyakan dampak langsung penelitian bagi masyarakat.
Padahal, umumnya para peneliti asing ini meneliti di Wakatobi untuk satu kurun waktu tertentu demi disertasi akademik mereka. Pada sisi ini masyarakat memang sekadar menjadi obyek penelitian. Namun di sisi lain, keberadaan Opwall telah membuka alternatif penghasilan dan lapangan pekerjaan baru buat masyarakat, khususnya di Hoga dan Kaledupa.
Di Hoga, saat ini terdapat 200 homestay milik masyarakat yang pasokan tamunya sebagian besar dari Opwall. Transaksi penyewaan kapal untuk penyelaman, arus pesanan sayur-mayur, menjadi tambahan penghasilan di musim ramai penelitian. Opwall juga melibatkan 81 persen staf lokal sebagai pekerja operasional. Dampak tak langsung lain adalah lancar berbahasa Inggris.
Kepulauan Wakatobi sejak 31 Juli 1996 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No 393/KTps-VI/1996 ditetapkan sebagai kawasan Taman Nasional Laut dengan nama Taman Nasional Kepulauan Wakatobi. Dengan penetapan itu, tahun 1997 Wakatobi dibagi menjadi lima zona: Zona Inti (683.500 ha), Zona Pelindung (160.500 ha), Zona Pemanfaatan (70.000 ha), Zona Pemanfaatan Tradisional (300.500 ha), dan Zona Rehabilitasi (175.000 ha).
Pembagian ini penting mengingat taman laut Wakatobi (1.390.000 ha) merupakan taman laut kedua terbesar di Indonesia, setelah Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih di Papua. Tingkat keragaman terumbu dan spesies ikan di Wakatobi juga termasuk berkepadatan tinggi, sama seperti di Taman Nasional Laut di Bunaken, Teluk Cendrawasih, dan Komodo.
Berdasarkan kajian ekologi The Nature Conservation (TNC) Indonesia Marine Program dan WWF Indonesia Marine Program 2003, di Wakatobi terdapat 396 jenis karang batu penyusun terumbu karang dan 590 jenis ikan. Ini karena ada Laguna Karang Kaledupa, laguna terluas dan terpanjang di Indonesia.
Di laguna karang ini komunitas karang yang tidak umum dan spesies ikan berada pada keragaman yang paling tinggi. Keindahan dapat dinikmati di 27 titik lokasi penyelaman di mana terumbu karang secara umum dalam kondisi sehat.

Thursday, May 12, 2011

10 Daerah Eksotis yang Nyaris Tak Terjamah Peradaban Dunia

Meskipun perangkap peradaban mengelilingi kita, ternyata masih ada beberapa bagian di bumi ini yang masih murni, nyaris tak tersentuh. Mulai dari lapisan es Antartika hingga hutan-hutan di Papua New Guinea. Berikut beberapa tempat terindah di planet ini yang nyaris tak tersentuh dan rusak oleh peradaban.

1. Namibia


Namibia adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk paling jarang di dunia. Nama salah satu negara Afrika bagian selatan ini diambil dari Gurun Namib, rumah bagi 2.500 ekor cheetah.
Dengan bukit pasir raksasa, petroglif kuno, kawah dan air terjunnya, Namibia menjadi salah satu lanskap paling tak tersentuh di Afrika. Namibia juga menjadi salah satu negara yang fokus pada hal-hal mengenai penjagaan kesehatan ekosistem dalam konstitusinya.



2. Galapagos


Meskipun perjalanan Darwin ke sejumlah pulau-pulau unik diikuti oleh wisatawan yang tak terhitung jumlahnya, Kepulauan Galapagos masih menjadi tempat yang murni. Kepulauan ini merupakan rumah bagi kura-kura raksasa, iguana, singa laut, pinguin, ikan paus dan ikan.

Dihuni oleh 23.000 penduduk dan ratusan spesies endemis, kepulauan ini juga menjadi tempat pelestarian hayati laut selama lima puluh tahun.



3. Papua Nugini


Para ilmuwan percaya jika banyak spesies tanaman dan hewan yang belum ditemukan berada di sini. Eksploitasi sumber daya alam terhambat oleh medan yang kasar, sistem hukum dan tingginya biaya pengembangan infrastruktur. Karena semua masalah manusia, sebagian besar lanskap masih sulit untuk disentuh.



4. Seychelles


Seychelles memiliki persentase tanah konservasi terbesar dibandingkan negara-negara lain. Sekitar 50 persen dari keseluruhan wilayah negara kepulauan ini berada di bawah konservasi. Karena itu, Seychelles merupakan rumah bagi beberapa pantai yang luar biasa murni dan spesies seperti burung nasional, burung beo hitam Seychelles.

Pengunjung yang sampai di sana relatif sedikit, terutama di sepanjang garis pantai “berbubuk” lembut yang membentang sejauh 305 mil (490 kilometer).



5. Bhutan


Sementara beberapa orang mungkin berpikir jika Tibet sebagai surga tercemar, sepupunya, Bhutan, justru jauh lebih bersih. Lebih dari 60 persen wilayah negara ditutupi hutan dan seperempat wilayah ditunjuk sebagai taman nasional atau kawasan lindung.

Dikenal sebagai Tanah Naga Guntur, negara ini memiliki pegunungan terjal dan lembah-lembah sehingga tepat untuk dijadikan hotspot bagi keanekaragaman hayati.



6. Daintree National Park, Australia


Kadang-kadang sesuatu yang lebih tua, menjadi semakin tak tersentuh. Seperti Daintree National Park di Far North Queensland, Australia, yang berisi hutan hujan berusia 110 juta tahun, salah satu ekosistem tertua di bumi. Taman ini adalah rumah bagi ribuan jenis tumbuhan dan pohon yang berusia lebih dari 2.500 tahun.



7. Fiordland, Selandia Baru


Di ujung selatan pantai barat Selandia Baru, wilayah Fiordland masih liar, kasar dan nihil pembangunan. Dengan gunung tinggi dan perairan berbatu gerigi, Fiordland belum pernah mempunyai penduduk permanen.

Bahkan, orang-orang Maori hanya mengunjunginya hanya untuk sementara waktu guna berburu, memancing dan untuk mengumpulkan batu giok. Selain itu, arus udara bertiup lurus dari Antartika sehingga udara Fiordland merupakan salah satu yang terbersih di planet ini.



8. Kamcatka, Rusia


Semenanjung Kamcatka di Timur Jauh Rusia adalah tempat yang liar dan kosong dengan Samudera Pasifik di timur dan Laut Okhotsk di barat. Gunung berapi dan gletser memberikan efek bintik-bintik pada semenanjung. Mega gempa bumi telah mengguncang semenanjung ini dalam lima dekade terakhir



9. Gurun Atacama, Chili


Atacama merupakan salah satu pemandangan aneh di dunia, padang pasir yang sama sekali tidak mendapatkan hujan. Cekungan garam, pasir dan lava menutupi sebagian besar dari kawasan yang memiliki luas 103.600 km persegi ini.

Bahkan, NASA merancang tes untuk persiapan eksplorasi Mars di sini. Tempat ini juga menjadi salah satu tempat terbaik di dunia untuk melakukan pengamatan astronomi. Di sana terdapat dua observatorium besar.



10. Antartika


Antartika adalah tempat yang benar-benar tak tersentuh. 96 persen dari benua ini ditutupi es, dengan ketebalan rata-rata lebih dari satu mil (1,6 km). Penguin, ikan paus, anjing laut dan burung laut menggunakan perairan di sekitar Antartika untuk mencari makanan.

Sumber :
ouramazingplanet.com

Wednesday, May 4, 2011

Ukuran Alam Semesta 250 Kali Lipat Lebih Luas

Ilustrasi ukuran alam semesta yang tidak terbatas. (dailygalaxy.com)

VIVAnews - Apakah alam semesta memiliki ukuran pasti atau tak terbatas? Berhubung ukuran alam semesta yang dapat dilihat semakin meluas, benda berjarak terjauh yang bisa dilihat menjadi jauh lebih tua dibanding yang diperkirakan yakni sekitar 14 miliar tahun.

Diketahui, photon pada latar belakang gelombang mikro kosmik telah menempuh waktu 45 miliar tahun untuk tiba di Bumi. Itu berarti, alam semesta yang terlihat oleh mata setidaknya memiliki ukuran seluas 90 miliar tahun cahaya.

Namun demikian, ternyata alam semesta jauh lebih luas lagi. Ini bisa diketahui berkat analisis statistik yang dibuat oleh Mihran Vardanyan dan rekan-rekannya, peneliti dari University of Oxford.

Menurut Vardanyan, seperti dikutip dari Daily Galaxy, Rabu 4 Mei 2011, kunci dari mengetahui ukuran sebenarnya dari alam semesta adalah dengan mengukur lengkungannya.

Sebelumnya, astronom memiliki beberapa metode untuk mengukur lengkungan tersebut. Salah satunya, menurut Technology Review dari Massachusetts Institute of Technology, adalah menggunakan objek yang berada di jarak jauh yang sudah diketahui ukurannya dan membandingkan dengan seberapa besar ia terlihat.

Jika objek itu tampak lebih besar dibanding seharusnya, alam semesta tertutup. Jika ukurannya tampak sama seperti seharusnya, alam semesta berbentuk datar. Namun, jika lebih kecil, berarti alam semesta terbuka (tak terhingga).

Masalahnya, saat ilmuwan mengamati berbagai data dari bermacam model, mereka mendapatkan jawaban yang berbeda-beda untuk mengetahui jawaban pasti seputar lengkungan dan ukuran alam semesta. Lalu, mana yang paling akurat di antaranya?

Terobosan yang diambil Vardanyan dan timnya disebut dengan nama Bayesian model averaging. Teknik ini lebih cerdas dibandingkan dengan menggunakan pengukuran lengkungan yang umum digunakan ilmuwan untuk menjelaskan data yang mereka miliki.

Menurut permodelan yang dibuat Vardanyan, lengkungan alam semesta sangat dekat dengan 0. Dengan kata lain, kemungkinan besar, alam semesta berukuran datar.

Sebuah alam semesta yang berbentuk datar juga bisa tak terbatas. Dan kalkulasi yang dibuat oleh Vardanyan juga konsisten dengan hal ini. Dari perhitungan, alam semesta memiliki ukuran setidaknya 250 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan Hubber volume yang berukuran 13,8 miliar tahun cahaya. Sumber:Vivanews.com

Tuesday, May 3, 2011

6 Jalan Raya Dengan Pemandangan Terindah


Meski sebagian besar Asia terdiri atas negara kepulauan dan beberapa kota besar padat penduduk, ada tempat-tempat yang bisa mengakomodasi keinginan Anda untuk menginjak pedal gas mobil dalam-dalam. Inilah beberapa tempat paling indah di Asia untuk menyetir dan menikmati kebebasan di jalanan. Nikmati pemandangan indah selagi merasakan hembusan angin di muka yang terpapar matahari. Dan jangan lupa, bawa daftar lagu favorit Anda untuk mengiringi sepanjang perjalanan!
Spoiler for buka:

Great Ocean Road - Australia
Hanya sepelemparan batu dari Melbourne, Anda bisa menemukan Great Ocean Road. Jalan sepanjang 151 mil (243 km) menghubungkan sepanjang pantai selatan Australia. Ini adalah salah satu lokasi favorit di dunia untuk melihat matahari terbenam, apalagi jika Anda berada di dekat 12 Apostles (Rasul), jejeran patahan batu kapur yang mengagumkan. Jangan lewatkan juga tur helikopter di sepanjang pantai jika cuaca mendukung, dan beberapa toko rabat perlengkapan selancar di Torquay. Ada juga area jalan kaki di hutan dekat Lorne yang menyimpan air terjun mempesona. Dan ada beberapa 'pintu masuk' menuju hutan tropis terakhir di Australia, Taman Nasional Great Otway.
Spoiler for buka:


Jalur Terusan Hai Van -Vietnam
Terusan Hai Van, pada rute 1A antara Hue dan Hoian, diklaim sebagai "sebuah pita kesempurnaan...salah satu jalan pantai terbaik di dunia." Hai berarti awan laut, dan memang perbukitan di sekitarnya kerap tertutup kabut. Rute ini memiliki jalur alternatif, Terowongan Hai Van. Bagi banyak pengemudi, ini adalah jalur yang sulit, jadi waspadalah sebelum mencobanya sendiri! Tapi dengan pemandangan perbukitan hijau, laut yang berkilauan, dan puncak gunung, tempat ini menjadi sangat indah.
Spoiler for buka:


Jalur Osado Skyline - Pulau Sado, Jepang
Selama bertahun-tahun, Pulau Sado sudah menjadi tempat berlindungnya para pemberontak politik, namun para turis datang ke sini untuk menikmati kedamaian dan ketenangan. Dengan populasi 70 ribu orang, ada ruangan yang lega untuk bersantai sambil menikmati asrinya Pegunungan Osado, tebing laut, dan desa-desa kecil. Aktivitas hiking sangat populer di pulau ini, tapi jangan lewatkan jalanan sepanjang 155 mil (250 km) yang bisa Anda jelajahi. Pemandangan terbaik bisa Anda lihat ketika melewati perpotongan jalur antara pegunungan Osado dan Gunung Kinpoku, puncak tertinggi pulau ini. Pastikan untuk berhenti di titik Hakuundai; jangan lupa, jalan ini akan tutup pada musim dingin (November-April).
Spoiler for buka:


Jalur Phuket Timur Laut - Thailand
Lepas dari Phuket yang ramai, ada beberapa jalur yang bisa Anda lalui untuk melihat pemandangan pedesaan. Salah satunya adalah jalur Mission Mills, sementara yang populer lainnya adalah Kelokan Timur Laut Phuket. Awalnya adalah Monumen Para Pejuang dan mengitari pantai timur pulau tersebut. Ada pemandangan menakjubkan di Teluk Phang-nga dan Anda akan menemukan banyak desa nelayan di sepanjang perjalanan yang mengundang Anda untuk menikmati makanan laut. Jangan lupa juga melihat patung dewa Hindu berkepala gajah, Ganesha.
Spoiler for buka:


Jalan Tol Halsema - Filipina
Jika Anda ingin mencapai puncak tertinggi pada sistem jalan tol Filipina, langsung saja menuju Jalan Tol Halsema yang menghubungkan Baguio dan Sagada. Nama jalan tol ini diambil dari insinyur yang mampu membangun jalan melewati pegunungan. Selain pemandangan peternakan dan kebun-kebun sayur, Anda juga bisa melihat berbagai objek unik. Momen unik ketika Anda melihat banyak dari desa-desa ini yang mendirikan monumen untuk ekspor terbesar mereka, sayuran. Pastikan Anda berhenti untuk berfoto di patung kentang, patung wortel, dan seterusnya. Hanya di Asia...
Spoiler for buka:
Dari Twizel ke Mount Cook - Selandia Baru
Air tak pernah terlihat lebih biru dan surreal daripada di Danau Pukaki di tengah South Island, Selandia Baru. Jalanan sepanjang 39 mil (63 km) dari Twizel melewati Danau Pukaki yang seakan tanpa ujung, berakhir di Desa Mount Cook, tempat Anda bisa melihat puncak bersalju Mount Cook, titik tertinggi Selandia Baru. Di desa ini Anda bisa memilih hiking atau menikmati tur ke Danau Pukaki. Anda juga bisa berkendara menjelajahi banyak jalan di kawasan ini, tapi Mount Cook punya banyak pesona.





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7597725