TrafficRevenue

Tuesday, January 4, 2011

In Touch (Kendro Hendra)

Kendro Hendra bukan tokoh baru di industri telekomunikasi tanah air, khususnya pengembangan aplikasi.

Kiprah Kendro diawali sejak 1996 ketika membangun rumah pengembangan aplikasi, InTouch. Tiga tahun kemudian, ia dipercaya oleh Nokia untuk membuat aplikasi bawaan untuk ponsel Communicator seri awal. Beberapa hasil karyanya antara lain AirGuard, AirAlbum, AirFax, AirRadio, dan AirVouchers.
Namun, dua aplikasi yang paling melambungkan namanya adalah SettingsWizard dan S60-DataMover untuk membantu penyetelan koneksi SMS, MMS, e-mail, dan GPRS serta transfer data antarponsel Nokia berplatform Symbian S60.
Satu dekade lebih berperan sebagai “tukang jahit” Nokia – demikian istilah Kendro, ia akhirnya memutuskan untuk membikin kreasi sendiri. Aplikasi mobile menjadi sasaran utamanya karena saat itu, belum banyak pemain, pengembangan lebih simpel dibanding aplikasi desktop, dan lebih mudah dibisniskan. “Pengguna ponsel di Indonesia sudah terbiasa untuk membayar untuk jasa,” tuturnya. Tidak begitu halnya dengan pemakai PC yang lebih suka aplikasi gratis.
Pertengahan 2009, Kendro mulai bergerak dengan mengembangkan Mobinity. Aplikasi ini memiliki banyak fungsi guna memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial pengguna. Hanya dengan biaya Rp500 per hari, pelanggan bisa menikmati suguhan berita, jejaring sosial, chatting, forum komunitas, dan juga jual beli mobile. “Bisa dibilang, Mobinity merupakan aplikasi aggregator dari berbagai konten pihak lain,” ujar master ilmu komputer lulusan Kanada ini.
Walau BlackBerry sedang populer, Kendro belum tertarik. Untuk permulaan, ia justru mengarahkan aplikasinya untuk diunduh ponsel kelas menengah ke bawah. Mobinity dapat berjalan di atas Symbian dan Java, bahkan platform VRE yang umum digunakan ponsel merek lokal buatan Cina.
Pilihan Kendro terbukti tepat. Hingga Juli 2010, jumlah pelanggan Mobinity telah mencapai 370.000 orang.
Ingin mengikuti jejak sukses Mobinity, baru-baru ini Kendro meluncurkan aplikasi terbaru dari InTouch, IM-ku. Aplikasi perpesanan instan ini sepertinya terinspirasi dari popularitas BlackBerry Messenger. Bedanya, IM-ku tidak membatasi chatting hanya antarponsel satu vendor. Aplikasi ini memungkinkan semua ponsel berbasis Java dari beragam merek dan tipe berkomunikasi lewat jaringan GPRS lintas operator GSM.
Kendro yakin, aplikasi mobile lokal punya potensi besar karena pasar juga terus bertumbuh. “70% akses internet saat ini dilakukan via mobile. Selain itu, pengguna ponsel di sini tergolong 'gila' mengunduh layanan,” Kendro beralasan. Namun, kesuksesan baru akan bisa dicapai jika didukung kerja sama yang baik antara seluruh pemain di industri telekomunikasi, meliputi vendor dan operator.

Dua aplikasi mobile andalan InTouch
Mobinity

IM-Ku

No comments:

Post a Comment