![]() |
| Google Chrome dan Mozilla FirefoxLindungi Konsumen Dengan Fitur Do Not Track |
BROWSER Google Chrome dan Mozilla Firefox memperkenalkan fitur pilihan untuk menghentikan iklan yang dipersonalisasi.
Langkah itu diambil karena adanya tekanan dari Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat yaitu sebuah badan independen untuk melindungi konsumen dan mengawasi kecenderungan praktik bisnis yang tak sehat. FTC telah mengeluarkan aturan baru tentang dukungan dan testimonial yang berkaitan dengan periklanan pada Oktober tahun lalu.
Kemudian Desember 2010, FTC mengusulkan fitur Do Not Track sebagai alat untuk mengekang kekhawatiran atas iklan pribadi dan lainnya. FTC berharap alat ini serupa dengan registry ‘Do Not Call’, yaitu sistem yang menghalangi tawaran telemarketing yang sering dikeluhkan para konsumen.
Google dan Mozilla telah membahas beberapa masalah teknis fitur tersebut. Mereka memakai sistem efisien ‘opt-out’ yang merujuk pada metode individu, untuk menghindari produk yang tidak diminta seperti telemarketing, pemasaran email atau surat langsung.
Pada Chrome, fitur Do Not Track dinamai Keep My Opt-Outs. Pengguna bisa menyimpan preferensi opt-out walaupun cookie pada browser telah dibersihkan. Dalam sistem ini pengguna masih diminta untuk opt-out dari iklan pelacakan sendiri.
Sementara fitur Do Not Track di Firefox, perusahaan pelacakan iklan harus opt-in yang digunakan pebisnis online. Tujuannya untuk mengumpulkan data calon konsumen ke sistem. Mereka juga setuju untuk tidak memantau kebiasaan pengguna, yang telah memilih opt-out dalam berselancar di situs.
Menurut Wall Street Journal tidak ada perusahaan secara terbuka setuju berpartisipasi dalam program Do Not Track. Sehingga fitur tersebut tidak komprehensif. Jika Mozilla, Google dan perusahaan browser lain tidak segera mengatasi masalah ini, mereka bisa menghadapi mandat legislatif dari FTC.

No comments:
Post a Comment