Bermula dari hobi mengoprek BlackBerry, Kemal Arsjad dan rekan-rekannya di Better-B kini telah diakui RIM sebagai anggota BlackBerry Elite Alliance Member.
“Perjuangannya sangat panjang,” ungkap Kemal (CEO Better-B) saat dihubungi via telepon. Berawal dari Maret 2008, ia mengajukan diri untuk bergabung ke dalam BlackBerry Alliance Member. Permohonannya sempat tidak diacuhkan enam bulan. Hingga akhirnya, tanpa sengaja Kemal bersua dengan seorang petinggi RIM di Jakarta. Di situ, ia mempresentasikan konsep bisnis miliknya yang ternyata memperoleh respon sangat baik. “Bahkan, saya sempat ditawari posisi pengembang di RIM,” ujarnya. Namun, ia menolak karena lebih ingin memajukan usahanya sendiri.
Usahanya berbuah manis. Akhir 2008, Better-B resmi didirikan dan langsung terdaftar di BlackBerry Alliance Member.
Sejak awal, usaha Better-B memang berfokus pada pengembangan aplikasi BlackBerry, khususnya segmen bisnis dan komersial. Karya perdananya, XL Mall, setidaknya diunduh oleh 170 ribu pelanggan BlackBerry XL. “Versi keduanya akan kami luncurkan akhir bulan ini,” tukas Kemal.
Beberapa pelaku bisnis lain yang pernah memesan aplikasi kepada Better-B antara lain Sour Sally, Yellow Pages, Marlboro, dan juga Kaskus. Khusus dua nama pertama, Kemal mengaku bangga karena aplikasi buatannya berhasil mengatrol pendapatan bisnis kliennya. “Ini sesuai tujuan kami di Better-B. Aplikasi mobile memberi manfaat sebesar-besarnya bagi nilai bisnis klien,” ucapnya.
Kemal menjelaskan, ia tidak ingin aplikasi mobile hanya dianggap sebagai pelengkap bisnis. Istilahnya, cuma nice-to-have. Tapi, aplikasi mobile harus dipikirkan sebagai bagian dari strategi pemasaran dan media interaksi dengan konsumen, baik dari sisi pebisnis maupun pengembang. “Jangan sampai industri aplikasi mobile lokal yang sedang tumbuh bernasib seperti industri dotcom beberapa waktu lalu,” begitu harapan pria yang juga memiliki usaha multimedia ini.
Akan tetapi, Kemal tetap optimis terhadap perkembangan tren aplikasi mobile di Indonesia. Sampai tengah tahun saja, perusahaannya telah menyelesaikan 18 aplikasi. Padahal, sepanjang 2009, hanya ada tiga aplikasi. “BlackBerry masih bakal terus tumbuh antara 500 – 1500 pengguna baru setiap bulan,” katanya.
Untuk platform lain, Android dan iPhone diakui Kemal sebagai sistem yang powerful. “Tapi, pasar Indonesia tidak mudah beradaptasi dengan layar sentuh yang jadi andalan keduanya. Ponsel QWERTY tetap lebih disukai,” pungkasnya.
Beberapa aplikasi mobile hasil karya Better-B
XL Mall
Kaskus Push Forum
BeeTwitt (Twitter client)




No comments:
Post a Comment