TrafficRevenue

Saturday, December 11, 2010

Nokia Fokus ke Developer

LAYANAN Nokia Ovi memiliki ribuan konten aplikasi yang bisa diunduh, mencatat 1,5 juta unique visitorssetiap bulannya di Indonesia. Namun, hal itu tidak membuat Nokia Indonesia berpuas diri.


Mereka ingin Ovi Store lebih bisa melebur ke pasar lokal.Kuncinya,tentu saja menggamit lebih banyak developer lokal Indonesia agar mau mengembangkan konten berupa aplikasi ataupun gameuntuk Ovi. Untuk itu, ekosistem harus ditumbuhkan. Tujuan ke depannya adalah menciptakan handset berikut layanan yang secara khusus diciptakan untuk market Indonesia. Kenny Mathers, Head Developer Relations,Marketing Forum Nokia, APAC, membagi strategi Nokia Indonesia kepada wartawan dalam diskusi terbatas belum lama ini.

Kenny mengungkap, Nokia memiliki modal yang lebih dari cukup bagi developer untuk tumbuh.“Kami memiliki 1,3 miliar pengguna di 220 negara,” katanya. Rinciannya, ada 175 juta smartphone dengan Symbian 60,46 juta handsetberlayar sentuh, 500 juta feature phone, serta 50 juta high end smartphone (Symbian 3) yang diharapkan bisa terjual dalam waktu dekat.“Ini adalah pasar yang sangat besar,”beber Kenny. Meski pasarnya besar dan menjanjikan, developer bisa kebingungan dan overwhelming jika tidak mengerti cara meraihnya. Karena itu, Nokia berinisiatif menyederhanakan jalur yang diakses oleh developer dalam mengembangkan sebuah aplikasi. Kini hanya ada dua pintu yang bisa diakses oleh para developer.

Pertama, Qt software development kit(SDK) untuk smartphonedengan sistem operasi Symbian 3,Symbian 60,dan Meego.Kedua,yakni J2ME SDK untuk ponsel yang menggunakan Symbian 40 (S40). Qt SDK ini, menurut Kenny, akan menjadi acuan bagi developer untuk mengembangkan aplikasi atau game untuk Symbian ^3 dan Meego.“Lebih mudah, aman, dan andal.Tak hanya itu, Qt juga sangat efisien karena memiliki code70% lebih sedikit,”paparnya. Selain itu, pembagian pendapatan untuk para developer juga disederhanakan. Antara lain dengan menggunakan operator billingyang flat rate dan free signing alias tidak dikenakan biaya saat mendaftar.

Upik Muditya Sidarta, Developer Relations Nokia Indonesia, mengungkap bahwa pihaknya berupaya untuk menciptakan ekosistem dinamis antara developer, konsumen, dan operator. ”Nokia sendiri sebenarnya memberikan dukungan aktif dengan memberi biaya serta membantu aplikasi para developer agar bisa diunggah di Ovi Store,” ujar Upik. Dia juga menyebut, makna developer tidak hanya perusahaan atau startups, tapi juga individu ataupun institusi, seperti kampus.

Tapi semudah apa membuat aplikasi Nokia? Fahma Waluya Rosmansya, 12, terbukti menjadi salah satu pembuat aplikasi termudah dan mungkin paling produktif. Sejauh ini sudah ada lima aplikasi yang telah dibuatnya, yakni Bahana (Belajar Huruf Warna Angka), DUIT (Doa Usaha Ikhlas Tawakal), Enrich (English for Children), Mantap (Matematika untuk Anak Pintar), dan Doa Anak Muslim (Prayers for Children)

No comments:

Post a Comment