TrafficRevenue

Thursday, November 25, 2010

Software Grafis November 2010



Helicon Photo Filter 4.93 Free
Aplikasi ini menyajikan semacam ToDo List dalam bentuk urutan tabulasi langkah koreksi foto. 
Mulai dari pemilihan foto target (tab Source), pengaturan tingkat kecerahan foto (tab Brightness), pengaturan kombinasi kanal warna (tab Colors), pengurangan noise (tab Noise), penajaman bagian-bagian foto (tab Sharpening), pengurangan abrasi kromatis dari sensor cahaya (tab Abberation),  koreksi kesalahan dimensi (tab Distortions), pengubahan ukuran foto (tab Resize), penambahan bingkai foto (tab Frames), serta beberapa manipulasi kecil seperti kloning dan koreksi efek mata merah (tab Retouching). 
Setiap tab tersebut masih memberikan keleluasaan pengaturan parameter koreksi yang lebih spesifik. Misalnya Tab Brightness memiliki pengaturan kontras, gamma, eksposur, kontras lokal, highlight (wilayah terang), serta shadow (wilayah gelap). Tab Color memiliki pengaturan suhu warna lewat kombinasi kanal warna (merah, hijau, dan biru) serta pengaturan saturasi (kepekatan atau tingkat kejenuhan warna). Tab Noise memiliki slider kontrol noise di wilayah terang maupun gelap serta fasilitas peta pratinjau sebaran noise. Tab Sharpening memiliki slider kontrol tingkat ketajaman pada wilayah detail (tekstur) maupun wilayah garis tepi objek. Tab Abberation memiliki fasilitas pemilih sampel warna abrasi kromatis serta slider kontrol toleransinya. Tab Distortion menyediakan pilihan koreksi distorsi akibat lensa dan distorsi geometris. Tab Resize memiliki pilihan ukuran dan resolusi untuk format cetak, web, serta layar ponsel. 
Fasilitas Equalizer dan Map di beberapa tab kami acungi jempol sebagai tool yang bertenaga karena memungkinkan pengguna menentukan konsentrasi koreksi di berbagai wilayah corak warna (hue) maupun wilayah terang-gelap (tonal). (Vincent Bayu Tapa Brata)
Kesimpulan: Inilah salah satu aplikasi koreksi foto digital yang kami nilai cukup bertenaga, setara dengan Adobe LightRoom. Beruntunglah, mulai rilis 4.93, Helicon Filter bersifat gratis.  


Helicon Photo Safe
Jika Anda menginginkan peramban berkas (file browser) foto yang memiliki fasilitas ekstra, inilah salah satu solusi alternatifnya. Sesuai dengan namanya, aplikasi ini memiliki fasilitas pembuat direktori terenkripsi untuk menyimpan berkas foto yang tidak boleh diakses oleh orang lain. Helicon Photo Safe juga memiliki fasilitas penampil informasi karakteristik berkas foto yang sangat detail, meliputi grafik sebaran tonal (histogram) dan informasi EXIF. Bukan itu saja, aplikasi ini mampu mengelola berkas foto dengan mengelompokkannya dalam berbagai kategori.Histogram dapat ditampilkan dalam format monokrom maupun warna sehingga dapat menampilkan kecenderungan pencahayaan (normal, under-exposed, atau over-exposed), intensitas warna (merah, hijau, dan biru) pada zona terang (highlight), zona tengah (midtone), maupun zona gelap (shadow). Informasi lain yang dibeber adalah ukuran berkas foto, resolusi, ukuran cetak pada resolusi 300dpi, serta kedalaman warna (bit depth). 
Informasi yang tidak kalah penting adalah EXIF. Tercatat kombinasi setelan pemotretan, antara lain: merek dan seri kamera, kepekaan sensor cahaya (ASA/ISO), tirai kecepatan rana (shutter), diameter diafragma (iris), panjang titik api lensa, metode pengukuran cahaya, dan lainnya. Semuanya ini sangat berharga untuk melakukan evaluasi hasil pemotretan bagi para pehobi fotografi pemula.
Ketika berkas foto dimasukkan ke dalam folder terenkripsi, saat dilihat dari Windows Explorer, thumbnail-nya tidak jelas dan nama berkasnya akan ditambahi dengan ekstensi .ENC. Untuk melakukan enkripsi, pengguna harus terlebih dahulu membentuk folder terenkripsi beserta password-nya, lalu mengeklik kanan pada berkas foto target dan memilih Encrypt Images. Setelah itu, sorot folder terenkripsi, isikan password, dan klik tombol Encrypt Images. Jangan lupa untuk mengunci kembali folder terenkripsi agar thumbnail berkas isinya tidak tertampil di layar utama.
Helicon Photo Safe mendukung berbagai format berkas foto, mulai dari JPEG, TIFF, GIF, BMP, PSD, DNG (digital negative), X3F (Foveon), RAF (Fuji Film), CRW/CR2 (Canon), DCR (Kodak), Leica Digilux 2 Raw, MRW (Minolta), NEF (Nikon), ORF (Olympus), PEF (Pentax), serta  SRF/PMP (Sony). (Vincent Bayu Tapa Brata)
Kesimpulan: Cocok untuk pehobi foto pemula yang ingin mengevaluasi hasil hunting berdasarkan informasi setelan pemotretan, mengelola, dan menginventarisasi stok foto.

No comments:

Post a Comment