SURABAYA-Konflik internal Pengcab PSSI Surabaya yang merembet ke Persebaya semakin pelik. Klub berjuluk Bajul Ijo itu pun akhirnya terbelah menjadi dua tim sama-sama memastikan berlaga di dua kompetisi yang berbeda pada musim 2010/11.
Untuk Persebaya versi Wishnu Wardana akan mengarungi kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia legalisasi PSSI. Sedangkan Persebaya versi Saleh Ismail Mukadar,--setelah pengelolaannya diserahkan konsorsium Medco Group, memastikan mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia.
Kepastian munculnya dua klub bernama Persebaya ini, menyusul keputusan Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Persebaya yang dipandegani Wishnu, Ketua Pencab PSSI setelah mendapat mandat dari PSSI untuk menyelesaikan masalah internal tersebut, Jumat (15/10) siang. Muscablub yang berlangsung di Jambangan diikuti 13 klub internal Persebaya itu memutuskan ketua umum Persebaya dipegang Wishnu Wardana, yang selanjutnya membentuk klub yang akan mengikuti kompetisi Divisi Utama musim 2010/11.
Wishnu mengatakan, saat ini pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti hasil Muscablub tersebut. Salah satunya membentuk skuad Persebaya, dari pemain hingga pelatih. Rencananya Freddy Muli ditunjuk sebagai pelatih Persebaya, sedangnya pemainnya diambilkan klub internal. “Secepatnya pembentukan skuad Persebaya kami lakukan. Saat ini kami mempersiapkan segala sesuatunya dulu,” ujar pria yang juga menjabat Ketua DPRD Surabaya itu.
Langkah Wisnu ini sebenarnya sudah pernah mendapat ancaman serius kubu Saleh Mukadar. Kata lain, Saleh tidak segan-segan menyelesaikan melalui jalur hukum jika Wisnu nekat endaftarkan Persebaya ke divisi utama.
Menyikapi ancaman itu, Wisnu terkesan tak peduli. Dia juga berdalih badan hukum menaungi Persebaya yang dibentuk Saleh adalah ilegal. “Saleh membeli Persebaya dari siapa? Dan dapat uang darimana dia untuk beli Persebaya,” katanya. “Kok, tiba-tiba merasa memiliki Persebaya, lalu seenaknya diberikan ke pihak lain. Persebaya itu milik warga Surabaya, bukan tiba-tiba diklaim milik per orangan,” tambahnya.
Soal pendanaan mengarungi kompetisi Devisi Utama itu, Wishnu mengatakan tetap akan disuntik APBD Surabaya, sebagai konsekuensi eksistensi klub berstatus milik warga Surabaya. Terkait hal itu, pihaknya akan mengajukan anggaran antara Rp 15 miliar hingga Rp 25 miliar. Pihaknya juga akan mengajukan permohonan kepada Pemkot Surabaya untuk bisa memakai fasilitas Stadion Tambaksari berikut mess pemain,--yang selama ini dipakai Persebaya versi Saleh Mukadar.
Sementara itu, Direktur PT Persebaya Indonesia, Cholid Ghoromah yang mendengar kabar itu, mengaku tidak habis pikir dengan langkah Wisnu. ”Persebaya sudah tidak mengenal Muscablub, karena sudah berbadan hukum. Maka satu-satunya yang berlaku di Persebaya saat ini adalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” ujarnya.
Dia menegaskan Persebaya sudah berbadan hukum yang dibuat 30 klub internal. ”Juga ada koperasi yang dibuat Wastomi, dan Amang Mulia Sendiri sebagai perwakilan klub,” ungkap Cholid. m3
sumber:
http://www.surabayapost.co.id
No comments:
Post a Comment