Buat pemudik yang baru mau ke kampung halaman atau besok dengan kendaraan sendiri, ada dua pilihan. Bisa jalan siang atau malam, keduanya ada untung-rugi. Kalau sudah sampai di kota tujuan, mungkin tips ini bisa dipakai saat pulangnya.
Jalan siang
Bagi sebagian orang, pagi hari waktu paling tepat untuk melakukan perjlanan mudik. Karena, pikiran dan badan masih segar bugar. Kondisi ini sangat berguna untuk menjaga konsentrasi.
Keuntungan lain, siang hari bisa memantau kondisi jalan, lalu lintas sekitar kita, dan kendaraan dari depan atau di tikungan. Trus, bila terjadi sesuatu dengan kendaraan, bengkel masih buka, mudah memilih lokasi untuk perbaikan atau ingin istirahat, dan bisa menikmati pemandangan.
Ruginya, fisik hanya bugar di awal keberangkatan saja. Begitu sudah setengah perjalanan, sengatan matahari yang kuat, bikin badan cepat lelah. Menemui banyak kemacetan akibat adanya pasar "tumpah". Terik matahari juga berperan meningkatkan temperatur mesin. Paling tidak enak, jika sistem pendingin ruang (AC) tidak bekerja optimal.
Jalan malam
Pemudik yang pilih alternatif ini, utamanya menghindar kemacetan dan sengatan matahari. Tak ada sorotan matahari, membuat kabin lebih sejuk dan kecepatan fan AC bisa disetel rendah. Suhu udara malam membantu sistem pendingan mobil dan menjaga suhu ban.
Keuntungan lain, pengemudi lebih mudah memantau kendaraan dari depan di tikungan. Terhindar dari pasar "tumpah", tapi banyak berhadapan dengan kendaraan besar seperti bis antarkota.
Apa ruginya? Jalan malam mata cepat lelah karena banyak menerima sinar. Begitu juga badan karena mengemudi di saat waktunya harus istirahat. Jika mengalami sesuai dengan kendaraan, sulit melakukan perbaikan di tempat gelap. Tak bisa mengetahui lalu lintas sekitarnya, termasuk kondisi tikungan. (Dwi Wahyu, SBT)
No comments:
Post a Comment