Lebih Cepat dan Terbuka
Peramban tercepat di dunia kembali hadir dengan versi teranyar. Apa saja kelebihannya?
Hampir setahun berlalu sejak InfoKomputer menggelar adu peramban (browser). Tepatnya, pada edisi Mega Review, November 2009. Jika Anda masih ingat, saat itu yang kami nobatkan sebagai pemenang adalah peramban Safari 4 milik Apple. Dari tiga jenis benchmark yang kami lakukan, Safari unggul mutlak. Saingan terdekatnya cuma Google Chrome – yang notabene memakai engine serupa, WebKit, untuk melakukan rendering laman web.
Pada Juni lalu, Apple memperkenalkan versi terbaru peramban miliknya, Safari 5. Lebih gegas? Sudah pasti. Safari 5 di Mac diklaim lebih cepat rata-rata 35% dibanding Chrome 5, 40% dibanding Opera 10.53, dan bahkan nyaris 300% dibanding Firefox 3.6.
Pencapaian ini diraih berkat dua amunisi utama. Pertama, upgrade terhadap Nitro – engine untuk memproses JavaScript. Kedua, teknologi DNS prefetching dan perbaikan caching yang memotong durasi loading laman yang akan atau pun yang pernah dikunjungi. Oleh karena itu, tidak berlebihan memang kalau Apple mengklaim Safari sebagai “the world's fastest web browser”.
Dari segi tampilan, Safari 5 tidak banyak berubah dari pendahulunya. Tapi, tidak demikian halnya dari sisi feature. Ada beberapa fasilitas debutan yang bisa ditemui, antara lain Safari Reader, Safari Extensions, dan dukungan HTML5. Silakan simak pembahasannya satu per satu di boks. Yang pasti, ketiganya sangat menarik. (Erry FP)
***
Status “tercepat di dunia” tidak otomatis mengatrol popularitas Safari. Data StatCounter menunjukkan, Safari terpaku di posisi empat peramban terpopuler di dunia dengan raihan 4,09% (Juli 2010). Mampukah keberadaan feature baru, terutama Extensions, menggenjot pangsa pasar Safari?
No comments:
Post a Comment